Migrain disertai kemerahan pada mata
Migrain disertai kemerahan pada mata.
Tanya.
Selamat pagi dok! Mohon infonya dok. Beberapa hari yang lalu saya migrain di sertai mata sakit dan memerah. Saya sudah coba konsumsi beberapa macam obat, tetapi tidak sembuh juga. Langkah apa yang harus saya ambil ? Saya harus berobat ke dokter penyakit dalam, dokter mata atau dokter saraf? Mohon pencerahannya dok, terimakasih dok.
Jawab.
Terimakasih atas pertanyaannya.
Migrain memang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman sampai ke mata. Kondisi ini diduga terjadi akibat gangguan pada batang otak dan interaksinya dengan serabut syaraf trigeminal. Faktor lain, seperti gangguan keseimbangan senyawa kimia di otak (terutama serotonin), genetik, konsumsi kafein dan alkohol berlebihan, stres, lingkungan yang tidak nyaman, perubahan pola tidur, kelelahan fisik, perubahan cuaca, pengaruh konsumsi obat dan makanan tertentu, dan sebagainya diduga juga turut mempengaruhi munculnya migrain.
Di samping karena migrainnya, nyeri dan kemerahan di mata yang Anda alami bisa pula terjadi karena glaukoma, uveitis, nyeri kepala cluster, trigeminal neuralgia, blefaritis, keratitis, tumor otak, aneurisma serebri, infeksi virus atau bakteri, dan sebagainya.
Saran kami, Anda coba tangani dulu secara mandiri keluhan Anda, yakni dengan.
Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, contohnya paracetamol.
Kompres hangat mata Anda yang nyeri dan memerah.
Teteskan artificial tears ke mata Anda.
Tidak dulu menatap gadget berlebihan.
Teratur beristirahat dan berolahraga setiap hari.
Jangan terlambat makan.
Jangan dulu makan makanan yang berpenyedap rasa, mengandung garam, makanan olahan, juga minuman berkafein dan beralkohol.
Perbanyak relaksasi agar pikiran lebih tenang.
Lebih lanjut, jika muncul nyeri yang tidak tertahankan, pandangan buram mendadak, muntah-muntah, demam tinggi, atau keluhan lain yang lebih hebat. Jangan segan periksakan langsung diri Anda ke dokter ya. Jika perlu, nantinya dokter bisa langsung memberi Anda obat, menganjurkan pemeriksaan penunjang (seperti rontgen, CT scan, ofthalmoskopi, slit lamp, tes darah), atau juga merujuk Anda ke dokter syaraf atau dokter mata.
Semoga membantu ya..














