Penumpukan cairan menyebabkan retina terlepas.
Penumpukan cairan menyebabkan retina terlepas.
Tanya.Dok saya baru tahu sekarang setelah selama 3 tahun menderita CSCR pada mata sebelah kiri. Saya coba search di google dan ciri-cirinya antara lain, seperti.
Area berwarna hitam tepat di pusat penglihatan.
Garis lurus yang menjadi terlihat bengkok, bergelombang.
Benda menjadi terlihat lebih kecil dari ukuran asli.
Selama 3 tahun ini saya tak tahu kalo itu CSCR. Setiap kali penyakit ini mau kumat (3-6 bulan sekali) pasti di barengi dengan dengungan di telinga.
setiap kali kambuh saya berobat gratis dr BPJS kata dokter nya cuma kecapekan. Saya cuma disarankan minum vitamin A, disruh beli sendiri pula. Saya minta rujukan ke rumah sakit spesialis mata malah tidak diizinkan.
Bagaimana ini dok? Apa CSCR ini berbahaya hingga menyebabkan buta atau kematian? Kalo memang berbahaya saya mau berobat yg bayar saja tak masalah. Makan hati saya lihat dokter2 BPJS ini.
Jawab.
Halo. Terimakasih atas pertanyaannya.
Gejala-gejala yang anda sebutkan memang cukup mengarah pada kelainan di retina mata yang disebut dengan central serous chorioretinopathy atau CSCR. CSCR dapat terjadi karena penumpukan cairan di bawah lapisan retina. Penumpukan cairan ini menyebabkan retina terlepas dari lapisan di bawahnya (choroid). Kondisi ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan, dan umumnya terjadi pada orang berusia 30-50 tahun. Penyebab pastinya tidak diketahui, namun beberapa faktor risiko yang teridentifikasi antara lain.
penggunaan obat-obatan kortikosteroid.
memiliki keluarga yang memiliki kelainan serupa (namun tidak ada pola pewarisan genetik yang jelas).
orang yang mudah mengalami stress dan memiliki kepribadian yang agresif dan kompetitif.
memiliki penyakit darah tinggi.
Umumnya gejala yang ditimbulkan hanya muncul sesewaktu saja, namun tetap bisa menjadi kronis (terjadi terus menerus) atau bisa juga berulang.
Untuk bisa memastikan diagnosis, anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter mata. Harus dilakukan pemeriksaan secara langsung ke dalam retina saat gangguan penglihatan sedang berlangsung untuk bisa memastikan diagnosis.
Pada sebagian besar kasus, kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 bulan tanpa pengobatan apapun. Penyakit ini tidak akan menyebabkan kematian ataupun kebutaan, namun pada sebagian kecil orang dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang terus menerus (bila akumulasi cairan tidak menghilang sendiri). Bila gangguan penglihatan terjadi terus menerus (penyakit menjadi kronis) atau sering berulang, dokter dapat menyarankan dilakukannya terapi laser ataupun terapi fotodinamik untuk mengatasi masalah ini. Sebaiknya anda periksakan diri anda ke dokter mata untuk evaluasi dan tatalaksana lebih lanjut.
Sementara itu, identifikasi apakah anda memiliki faktor risiko tertentu yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini, bila ya, lakukan modifikasi terhadap faktor risiko tersebut.
Sekian informasi dari saya, semoga cukup menjawab.














